Kontak Fotografer - 087874907486

Total Pengunjung

3 Juni 2012

Definisi dari Fotografi Makro dan Clouse Up

Sedikit penjelasan dari saya buat sobat yang mungkin sedang bingung mempelajari foto makro dan clouse up ataupun sobat yang iseng sekedar ingin tahu. Memang tak sedikit Fotografer menganggap suatu yang sama antara foto clouse up dengan foto makro. Memang ga ada salahnya sih.. soalnya dua - duanya sama - sama memotret sebuah objek dari jarak dekat. Biar agak sedikit gamblang berikut ulasannya.



Secara definisi terdapat beberapa perbedaan pada kedua kategori foto ini. Sebenarnya tidaklah sulit untuk membedakannya, mungkin hanya perlu sedikit mengkerutkan kening anda,, hehehe..  Untuk definisi fotografi makro yaitu foto dengan rasio reproduksi satu berbanding satu ( 1 : 1 ) atau kata gaulnya Life Size Image dalam arti tetap pada ukuran semula. Lebih jelasnya lagi benda asli dan benda yang terdapat atau terekam di film / sensor kamera ukurannya sama besar dengan ukuran sesungguhnya. misalkan seekor lalat yang aslinya terlihat oleh mata anda berukuran 1 cm dan begitu pula proyeksinya di dalam sensor kamera tetap 1 cm. Maka pembesarannya 1x atau reproduksinya satu berbanding satu ( 1 : 1 ).

Tidak semua kamera dapat menghasilkan reproduksi satu berbanding satu ( 1 : 1 ) dan semua itu tergantung lensa yang di gunakan, dan lensa itupun mempunyai keterbatasan mengunci fokus, jika lensa itu sendiri tidak mempunyai rasio satu banding satu ( 1 : 1 ) maka lensa itu tidak akan dapat mengunci fokus dari jarak yang sangat dekat, karena hasilnya akan blur. Upaya untuk melakukan hal ini agar dapat mengunci fokus seperti lensa berkategori makro sangat banyak, seperti dulu saya sering memakai cara ini yaitu dengan cara memutar balikan lensa yang biasa di gunakan di belakang jadi di depan, cara ini memang sangat aneh tapi ini bisa mengatasi masalah ini memang fotografer banyak pula yang melakukan hal seperti ini, menambah filter clouse up. Untungnya sekarang sudah banyak lensa khusus foto makro 1 : 1 tanpa harus menambah tetek bengek pada lensa. Atau anda bisa menggunakan lensa yang bertuliskan makro di body lensa tersebut biasanya sih lensa zoom walaupun tidak memiliki rasio reproduksi satu berbanding satu ( 1 : 1 ) dan memang sesungguhnya lensa ini bukan lensa makro sebenarnya. Ada juga lensa makro yang maksimum rasionya hanya 1 : 3,7 dan ada pula yang hanya 1 : 2 tetapi lensa semacam ini bisa juga di gunakan untuk foto clouse up karena kategori lensa seperti ini memang digunakan untuk memotret benda dengan jarak dekat tetapi tidak satu berbanding satu ( 1 : 1 ).

Hanya satu yang perlu dipahami jika lensa mampu menjangkau rasio 1 : 1 itu adalah nilai maksimum, di saat benda yang di jadikan sebagai objek foto berada jauh dari lensa maka nilai pembesarannya akan menurun. Nah... sekarang jika pertannyaan anda,, Bagaimana memastikan bahwa lensa itu berukuran ( 1 : 1 )? sangatlah mudah membedakannya anda tinggal menggunakan bantuan penggaris sebagai objek foto,, nah.. jika anda dapat mengunci fokus dalam sekala 22mm pada penggaris itu maka lensa itu mempunyai rasio 1 : 1 atau Makro ( ini asumsi sensor canon APS-C adalah selebar 22mm ) untuk itu lensa akan berada dekat sekali dengan penggaris, tergantung pada fokal lensa itu sendiri,, biasanya lensa makro ada berbagi macam fix 35mm, 40mm, 55mm, 60mm dan 100mm.

Kesimpulan :

Jadi secara teori foto yang pembesarannya lebih kecil dari satu banding satu, atau jelasnya subyek asli dengan yang ada dalam sensor lebih kecil dari pada asli itu bukan foto makro tetapi itu adalah Clouse Up. Namun jika kita selalu mengecek satu - satu foto itu mempunyai rasio 1 : 1  atau tidak pastinya ini akan merepotkan. dan ada juga lensa yang berkategorikan extreme macro yaitu lensa yang pembesarannya di atas subyek aslinya.

Author : Didin Supriatna
Anda Sedang Membaca Artikel : Definisi dari Fotografi Makro dan Clouse Up
Jika Artikel ini bermanfaat untuk anda dan teman - teman, Anda boleh menulis ulang atau menyebarluaskannya dengan catatan selalu menyertakan link sumber : http://dinsphotography.blogspot.com/2012/06/definisi-dari-fotografi-makro-dan.html

Like

15 komentar:

  1. keren sob
    banyak pelajaran yang saya dapatkan disini
    terima kasih ya

    BalasHapus
  2. ane suka fotografi sob, bisa banyak belajar disini deh..

    happy blogging trims sharingnya

    BalasHapus
  3. Aku salut sama bang Didin..soal fhoto abang pakarnya nih kebetulan ni aku lg hobby2nya nih bang..trims sdh abang share.

    BalasHapus
  4. hikss...kagak mampu beli kameranye, jadi kalo futu2 dari henprong aje dah.. #jleb

    BalasHapus
  5. mau dong di photoooo
    ga bisa moto sukanya di poto hahaha

    BalasHapus
  6. @Imtikhan : sama2..
    @Muro'i : sama2... semoga semua suka membacanya..

    BalasHapus
  7. yang ku punya cuma kamera digital biasa ...
    Support aja untuk post ini.

    BalasHapus
  8. @Bank Icah : sama2 bang.. mudah2an bermanfaat.. yah,, bisanya moto tiap hari kerjannya moto sama ngeblog aja ga ada lagi.. hehe..

    @Si Belo : pake henprong juda gpp ko,, biar ga rempong.. hehe..

    BalasHapus
  9. @ Diana: mau di foto..? sini aq foto,,.. hihi..

    BalasHapus
  10. thx sudah berbagi ilmux sob :)

    BalasHapus
  11. . . jadi pengen beli kamera. tapi gak punya duit. huhh . .

    BalasHapus
  12. @Lentera langit : sama2..

    @Vpie : pake daun... hehehe.. 86x

    BalasHapus
  13. makasihhh buat ilmunya sob :)

    BalasHapus
  14. jadi tau deh... selama ini cuma asal jepret aja klo ambil gambar, heheheheee
    makasih infonya ya

    BalasHapus
  15. @Candra & Brown sugar : sama2.. mudah2an bisa membantu..

    BalasHapus

Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

- jangan sertakan link pada komentar
- jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
- jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]