Blog sedang dalam perbaikan mohon maaf jika banyak kesalahan ------> Pemesanan Hubungi langsung Owner Kami
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Sejarah seks di jaman peradaban mesopotamia kuno

  • 9 Mei 2012
  • Armila ( Dins Photography )
  • Label: ,
  • Sejarah Seks di Peradaban Kuno Mesopotamia

    Catatan tentang seks di jaman peradaban kuno di temukan di atas sebongkah batu di jaman mesopotamia kuno, orang menganggap seks sebagai suatu yang terbuka dan tidak tabu di bicarakan. Cinta dan seks adalah dua hal yang berbeda sama sekali bagi mereka. Seorang suami bisa saja melepaskan hasrat seksnya kepada pelayan wanita rumahnya atau melakukan prostitusi tanpa harus ada beban moral maupun kewajiban. Seks bagi pria tidak lebih dari penyaluran hasrat birahi kepada wanita.
    Di mesopotamia kuno, Dewi Ishtar dianggap sebagai dewi kesuburan, cinta, perang, dan seks. Setiap kemenangan atas perang selalu di rayakan di kuil Dewi Ishtar dengan pesta pora di hiasi dengan pesta besar seperti yang anda duga,... seks secara masal dengan wanita prostitusi di kuil Dewi Ishtar tersebut. Ada kebiasaan yang tampaknya aneh dan sulit di terima dengan akal sehat di jaman Mesopotamia ini. Anda tentu tidak akan suka dan tidak akan bisa menerima bila istri atau pasangan anda berhubungan badan dengan orang lain, namun tidak dengan masyarakat mesopotamia. Setiap wanita mesopotamia di wajibkan, setidaknya sekali dalam seumur hidupnya, biasanya setelah menikah, pergi ke kuil ishtar. Disana ia menunggu seorang pria asing pertama yang datang mengajaknya keluar dan berhubungan seksual, setelah itu dia bisa pulang kerumahnya. Para wanita ini tidak di perbolehkan menolak pria asing pertama yang mengajaknya, seperti yang tertulis oleh sejarahwan yunani kuno, Herodotus; Tidak di tuliskan, berapa banyak pria yang mengantri masuk kedalam kuil Ishtar ini.

    "Kebudayaan paling buruk orang mesopotamia adalah memaksa setiap wanita di daratan tersebut sekali dalam seumur hidupnya duduk di kuil cinta dan melakukan hubungan seks dengan pria asing.. yang pertama mengajaknya. Siapapun itu, tanpa terkecuali"

    Seperti yang ada didalam dugaan anda atau anggapan anda, kuil ini tampaknya semakin lama semakin tidak mirip dengan kuil lagi. Seiring dengan paham matriarki berubah menjadi patriarki, kuil Ishtar kini benar-benar berubah menjadi tempat pelacuran. Kuil ishtar juga merupakan tempat prosttitusi bagi pria mesopotamia. Kini, tidak seperti yang anda duga, profesi sebagai seorang wanita pelacur di jaman mesopotamia bukan profesi yang memalukan.
     
      Mereka di lindungi hukum, dan pria tidak boleh membicarakan hal jelek tentang pelacur yang disebut sebagai pelacur suci. Walaupun pelacuran adalah hal yang biasa dan legal, tidak demikian halnya dengan perjinahan. Perjinahan tidak di perbolehkan di mesopotamia, dan kemampuan mengapung di atas air terkadang merupakan faktor yang menentukan dalam kasus perjinahan. Pasangan tersangka perjinahan akan di ikat dan di lemparkan ke sungai. Bila mereka mengapung, mereka tidak bersalah. Bila mereka tenggelam, mereka bersalah. Di dalam sejarah, memang tidak di ceritakan berapa persen orang yang mampu mengapung di atas air dalam kondisi terikat. Perkiraan kami, hampir bisa di pastikan orang yang di lemparkan dalam kondisi terikat ini akan mati tenggelam, baik bersalah ataupun tidak.
    • Sumber : www.jasakom.com

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

    Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

    - jangan sertakan link pada komentar
    - jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
    - jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
    ( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
    Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]

    Copyright (c) 2010 dins photography. Created by dsp