Blog sedang dalam perbaikan mohon maaf jika banyak kesalahan ------> Pemesanan Hubungi langsung Owner Kami
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Penjelasan tentang Eksposur dan pemahaman komponen-komponennya dalam Fotografi

  • 16 Mei 2012
  • Armila ( Dins Photography )
  • Label: , , ,
  • Halo..~ Sobat DSP..
    Saya kali ini akan menjelaskan komponen dan kegunaan dari Eksposur dalam Fotografi. Didalam fotografi Eksposur yang berarti pencahayaan ( Light ) sangat berpengaruh bagi penggunaan kamera terutama bagi para professional fotografer Eksposure ini terbagi dari beberapa komponen yaitu diantaranya ; Apreture, Shutter speed, dan ISO. nah.. sekarang saya akan menjelaskan satu persatu tentang komponen eksposure di atas..

    1. Apreture
    Apreture adalah sebuah jendela yang dapat menutup dengan jarak tertentu dari urutan terbuka dengan ukuran kecil bisa anda lihat gambar di samping, hingga sampai ukuran terbesar komponen ini bisa anda lihat dari luar lensa bagian depan atau belakang komponen kendali eksposur ini berupa seperti sirip ikan atau kipas lipat.
    Jadi penjelasannya jika anda membuka apreture / bukaan lensa atau dalam istilah fotografi ( Diafragma ) semakin besar ukurannya maka cahaya yang masuk akan semakin besar dan menimbulkan over eksposure/ kelebihan cahaya.

    2. Shutter Speed

    Nah.. sob,, jika tadi apreture komponen untuk membuka dan menutup dan menentukan ukuran berbeda dengan Shutter speed yang berarti pengukur kecepatan. Shutter speed adalah alat di dalam kamera untuk mengatur waktu berapa lama rentang waktu yang di gunakan apreture untuk menangkap cahaya, shutter speed di ukur menggunakan dengan detik yang biasanya pengaturan pada suatu kamera seperti ini : dari ukuran normal speed (1/125). ke bawah - 1/60 - 1/125 - 1/200 - ke atas. Jadi kesimpulan dari guna komponen ini yaitu semakin lama jarak rentang waktu yang diatur oleh shutter speed maka semakin banyak cahaya yang masuk dan di tangkap oleh sensor kamera sehingga mengakibatkan over eksposure.

    3. ISO
    ISO atau ASA adalah pengatur sensitivitas sensor kamera atau jika pada kamera manual ini terdapat pada film yang bekerja mengatur cahaya dengan pengaturan angka berkelipatan 2 seperti gambar yang anda lihat di samping dengan jarak contoh ; 100 - 200 - 400 - 800 - dan seterusnya. ISO ini sangat membantu untuk mengambil gambar tanpa lighting flash seperti contoh jika anda sedang meliput acara fashion show dan anda tidak di perkenankan menggunakan flash, nah.. cara ini sangat membantu anda karena ISO akan mewakili lighting seperti yang di hasilkan flash hanya jika mengatur ISO ke ukuran lebih besar akan mengakibatkan foto yang di hasilkan pecah karena semakin tinggi ISO piksel yang terdapat pada gambar akan semakin berkurang.





    19 komentar:

    Faizal Indra kusuma mengatakan...

    Wahh bagus, belajar walau tidak langsung praktek :) birmimpi saja :)

    Muro'i El-Barezy mengatakan...

    wah masalah yang ginian ane masih awam sob, trimaskih sudah berbagi ilmu

    happy blogging

    Didin Supriatna mengatakan...

    haha.. bermimpi pun jalan,, lebih ingat malah ketimbang seminar tapi ga nyimak.. hehe.. :)

    Didin Supriatna mengatakan...

    sama2.. saling mencintai... asal jangan buah makan buah.. hihi.. :)

    diniehz mengatakan...

    Saya siap jadi foto modelnya aja deh. Biar adek saya aja yg belajar ginian hehehe.

    Asis Sugianto mengatakan...

    pas banget sobat, kebtulan saya lagi belajar Fotografi

    Naturalzine mengatakan...

    wah,, belum punya kamera ni sob,, harus praktek langsung sepertinya,,hehehehe

    Didin Supriatna mengatakan...

    hehe.. boleh2..

    Didin Supriatna mengatakan...

    mudah2an bermanfaat..

    Didin Supriatna mengatakan...

    ilmunya dulu jg gpp,, hehe...

    zachflazz mengatakan...

    ahaa, kahirnya masuk juga. susah banget masuk tadi, mungkin sistem koneksi saya trouble tadi. siiplah, bisa baca teori potret memotret sekarang

    kelimutu mengatakan...

    yay. fotografi. ada blog yang bahas lomografi ga? kebanyakan fotografi digital si. padahal pengen belajar lomo..

    ohya, everyone please read -> http://gartenparadise.blogspot.com/2012/05/lets-be-changemaker.html

    xoxo
    kelimutu

    i luv u mengatakan...

    teori 10,,
    praktek 0,,

    lw kta tmen2 qu gtu...
    heheee

    pissss,,, :D

    Ladyulia mengatakan...

    hm,,, menurut saya
    cara terbaik untuk mempelajari hal2 di atas adalah dengan mempraktikkannya :)
    hehhehe
    saya selalu mumet kalau baca teori fotografi

    Didin Supriatna mengatakan...

    Iya nih sory bro.. tau blognya ada batunya kali... hehe.. :)

    Didin Supriatna mengatakan...

    saya,, sebenernya mantan negative lomografi cuma klu untuk manual saya pusing buat tutorialnya... susah klu ga langsung praktek.. karena lomografi harus di tes berulang-ulang setiap jepret, setiap kamera, setiap film hasilnya bisa aja berbeda... hehe.. salam jepret bro..

    Didin Supriatna mengatakan...

    jadi sepuluh kosong donk... indonesia kalah bola... wakakakakak... kacian..

    Didin Supriatna mengatakan...

    etul jeng saya juga puyeng bin mumet bikin tutornya... hehe.. :)

    Pojok Fotografi mengatakan...

    Nice artikel sob ..
    segitiga emas fotografi,
    pelajaran wajib nih hehe..
    mau koreksi dikit gpp ya sob,
    ada salah tik tuh seharusnya Aperture (cmiiw)
    salam

    Posting Komentar

    Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

    Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

    - jangan sertakan link pada komentar
    - jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
    - jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
    ( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
    Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]

    Copyright (c) 2010 dins photography. Created by dsp