Blog sedang dalam perbaikan mohon maaf jika banyak kesalahan ------> Pemesanan Hubungi langsung Owner Kami
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

KITAB THAHARAH Bab Air Tentang Sumur Budha'ah

  • 11 Mei 2012
  • Armila ( Dins Photography )
  • Label: , ,
  • BULUGUL MARAM
    KITAB THAHARAH
    Bab Air Tentang Sumur Budha'ah

    Dari Abu Sa'id al-Khudri ra. Beliau berkata, Rosulullah SAW bersabda,
    "Innal ma'a tohurun la yunajisuhu sayi"

    Artinya:
    "Sesungguhnya air itu suci ( Lagi menyucikan ), tidak ada sesuatupun yang menajiskannya." Diriwayatkan oleh imam yang tiga, dan di sahihkan oleh Ahmad.

    "Kosa Kata
    Abu Sa'id al-Khudri ; Beliau adalah Sa'ad bin Malik bin Sinan al-Khazraji al-Anshari _ al-Khudri nisbat keepada Khudrah salah satu kelompok dari Anshar. Abu Sa'id hidup selama 86 tahun, dan wafat di awal tahun 74H.


    Pembahasan
    Hadits ini dikenal dengan hadits sumur budha'ah, sebabnya adalah pertanyaan yang diajukan kepada Rosulullah SAW,
    "Anatawadho'u mimbi'ri budho'ata wahiya bi'ruyutrohu fiyhal hiyadu walahmul kilabi wannatin? Faqola Rosulullahi solalohu alaihi wasalam, Innal ma'atohur"
    Artinya:
    "Apakah boleh kita berwudhu dari sumur budha'ah, sementara kain pembalut haid, daging anjing dan benda2 berbau busuk dibuang ke dalamnya? "Rosulullah SAW menjawab, " Sesungguhnya air itu Suci (lagi menyucikan)... " al-Hadits.
    Rosulullah menjelaskan bahwa air itu suci lagi menyucikan, seandainya tercampur oleh sesuatu yang najis, tetap tidak menajiskannya, bahkan ia tetap suci. Akan tetapi hadits ini berlaku untuk air yang mencapai dua qullah, karena air yang kurang dari dua qullah mengandung najis, sebagaimana akan di jelaskan. Dan tanpa di ragukan bahwa air sumur budha'ah mencapai dua qullah.
    Abu Dawud berkata, "Saya telah mendengar Qutaibah bin sa'id berkata, 'Saya bertanya kepada penunggu sumur budha'ah tentang kedalamanya, 'Seberapa tinggi airnya jika sedang pasang? Dia menjawab,'Sampai bulu kemaluan' Saya bertanya jika sedang surut? Dia menjawab,'Dibawah Aurat'."
    Abu Dawud Berkata, "Saya mengukur sumur budha'ah dengan bajuku. saya bentangkan baju di atasnya lalu saya mengukurnya dengan hasta. Ternyata luasnya ada 6 Hasta. Dan saya bertanya kepada orang yang membukakan pintu kebun itu untuku. Lalu dia mengajaku masuk kepadanya. saya bertanya, 'Apakah bangunannya ada yang di rubah dari sebelumnya? Dia menjawab, 'Tidak'.''

    Kesimpulan
    Air yang banyak tidak terpengaruh oleh najis, sama saja, baik najis itu jatuh kepadanya, atau ia jatuh ke najis jika salah satu sifatnya tidak berubah sebagaimana hadits berikut.

    Itulah tentang hadits KITAB THAHARAH  Bab Air Tentang Sumur Budha'ah
    • Di ambil dari kitab Bulugul maram.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

    Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

    - jangan sertakan link pada komentar
    - jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
    - jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
    ( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
    Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]

    Copyright (c) 2010 dins photography. Created by dsp