Blog sedang dalam perbaikan mohon maaf jika banyak kesalahan ------> Pemesanan Hubungi langsung Owner Kami
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Tips Cara Memotret Photo Long Exposure

  • 8 April 2012
  • Armila ( Dins Photography )
  • Label:
  • Seperti yang telah diposting pada artikel sebelumnya yang berjudul Long Exposure Photography ada yang bertanya : "kok bisa begitu?" atau kalau tidak salah "kok bisa ada garis-garis begitu?". Maka kali ini aku mencoba menjawab hal tersebut sekalian mau berbagi sedikit tentang tips dan cara memotret long exposure.


    Long Exposure Photography atau kadang disebut orang sebagai time-exposure photography yang di-Indonesia-kan mungkin menjadi "photo dengan paparan cahaya lama" merupakan salah satu teknik dalam photograpi untuk mengekspos cahaya sehingga membentuk gambar. Di Wikipedia menyebutkan bahwa Long Exposure Photography merupakan pengambilan gambar dengan menggunakan kecepatan lambat pada bukaan dian rana (shutter speed).

    Sebelumnya perlu juga mengetahui tentang Teknik Dasar Potograpi yang hal ini akan diposting pada artikel lain yaitu mengenai :
    - Fokus (Focus)
    - Besaran Bukaan Diafragma/Rana (Apperture)
    - Kecepatan Bukaan Diafragma/Rana (Shutter Speed)
    - Kepekaan Film/Sensor (ISO perpaduan ASA dan DIN)

    Maka peranan penting untuk menghasilkan sebuah gambar adalah ke-empat faktor diatas. Sedangkan Pencahayaan (Exposure) pada gambar terdiri 2 faktor yaitu Besaran Bukaan Diafragma/Rana (Apperture) dan Kecepatan Bukaan Diafragma/Rana (Shutter Speed) yang didukung dengan kepekaan film/sensor. Ketajaman gambar dipengaruhi oleh fokus lensa terhadap objek gambar.

    Mengapa Perlu Memotret Photo Long Exposure

    Menurutku hanya ada 2 alasan :
    - Kondisi sangat minim cahaya.
    Hal ini akan menyebabkan kecepatan bukaan diafragma/rana akan diperlambat, atau bukaan diafragma/rana diperbesar, atau sensivitas film/sensor ditinggikan.

    - Suka-suka, rasa, seni, alasan pribadi, sesuatu yang beda.
    Kalau sudah masuk pembicaraan ini, sangat sulit untuk dijelaskan secara harfiah. Terserah pembaca untuk menanggapinya.

    Memotret Photo Long Exposure

    Banyak tips dan cara yang dapat dilakukan untuk Memotret Photo Long Exposure. Umumnya potograper mengambil gambar berupa "jejak cahaya" yang akan membentuk garis-garis di bidang gambar khususnya untuk objek bergerak dan memiliki cahaya. Selain itu jejak cahaya juga bisa berupa bukan berbentuk garis-garis, tetapi seperti gambar biasanya khususnya untuk objek tetap.

    Contoh 1 Objek tidak bergerak atau hanya sedikit bergerak :
    Photo pada Festival Lampu Colok Pekanbaru
    Photo long exposure dengan objek tidak bergerak. Hanya kibasan api yang bergerak. Anak pemasang lampu colok tersebut tidak bergerak banyak. Gambar diambil sekitar jam 8 malam.

    Photographer : Attayaya


    Contoh 2 Ada objek bergerak yang bercahaya :
    Perhatikan garis putih di pojok sebelah kanan bawah. Garis putih panjang itu merupakan jejak cahaya lampu pesawat yang ditangkap kamera. Pesawat tersebut akan landing di Bandara Ngurah Rai Bali. Pada photo ini, Jejak cahaya putih itu memang sengaja ingin ditangkap sekaligus ingin mengambil gambar suasana pantai yang sangat kurang pencahayaan. Gambar diambil jam 1 malam lewat.

    Photographer : Attayaya

    Contoh 3 Photo Super-Long-Exposure
    Photograper Terence Chang mengambil gambar di salah satu bandara ketika pesawat hendak landing. Garis-garis putih tersebut adalah jejak cahaya seperti pada contoh 2 diatas. Jejak cahaya putih dari kanan atas ke kiri bawah tersebut dihasilkan dari cahaya lampu pesawat ketika hendak landing. Sedangkan jejak cahaya merah melengkung adalah jejak cahaya lampu rem kendaraan yang melintas di jalan raya.


    Photographer :
    Terenca Chang (Flickr alias exxonvaldez)
    www.terencechang.com


    Sampai saat ini, masih diperdebatkan tentang batasan shutter speed (kecepatan bukaan diafragma/rana) yang dapat disebut atau dikategorikan sebagai photo long-exposure. Bagiku batasannya adalah 1/20 detik. Karena kecepatan dibawah itu (lebih lambat) akan membuat tanganku goyang sehingga kamera ikut bergoyang. Untuk itu aku butuh tripod atau dudukan. Mungkin batasan ini akan berbeda pada potograper lain.

    Peralatan Untuk Memotret Photo Long Exposure

    Pertama dan utama sekali adalah KAMERA. Tentu saja kita membutuhkan kamera, khususnya kamera yang memiliki fasilitas pengaturan shutter-speed. Hal ini biasanya ada pada kamera SLR/DSLR maupun semi-SLR/DSLR (gabungan kamera poket dan SLR/DSLR).

    Kedua adalah dudukan. Biasanya potograper membawa tripod (dudukan kamera berkaki tiga) untuk berburu gambar long exposure. Kalaupun tidak ada tripod, dapat saja menggunakan barang apapun sebagai dudukan misalnya batu, peti, tas, tanah, kayu dan lain-lain. Yang harus diperhatikan bahwa dudukan yang digunakan harus dapat menanggung berat beban kamera sehingga kamera tidak bergoyang.

    Ketiga adalah peralatan pendukung lainnya yang kadang tidak diperlukan semisal lampu senter, blitz, lilin, permen, korek api, rokok, cemilan, dan lain-lain. Hmmmm... ini seeh peralatan untuk camping.


    The Man Behind The Camera

    Nah untuk menghasilkan sebuah photo yang bagus, selain ke-4 faktor yang telah disebutkan di awal tulisan, perlu didukung oleh kebiasaan dan kemampuan/keahlian serta "rasa" yang dimiliki oleh potograper. Sebuah kamera biasa jika berada di tangan ahlinya akan dapat menghasilkan photo bagus, tetapi secanggih apapun kamera jika di tangan orang biasa maka biasanya akan menghasilkan gambar "tanpa rasa", hanya keberuntungan (faktor-x) yang memberikan hasil lain. Sangat susah menjelaskan tentang "rasa" pada photograpi, karena photograpi bagiku adalah seni menggambar dengan menggunakan kamera.

    Tips Cara Memotret Photo Long Exposure

    • Jika tidak mempunyai tripod, gunakan dudukan apa saja yang kuat untuk menanggung beban/berat kamera.
    • Coba beberapa kali men-shoot dengan kombinasi kecepatan, bukaan dan ISO yang berbeda untuk mendapatkan gambar yang sesuai selera.
    • Umumnya Photo Long Exposure dilakukan pada malam hari, hati-hati bahaya rampok atau tindak kejahatan lainnya.
    Sumber: attayaya.net

    Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Jejak Fotografer saya mohon maaf jika masih ada salah dalam penulisan artikel, karena saya masih banyak kekurangan tetapi haus akan ilmu dunia dan akhirat.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

    Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

    - jangan sertakan link pada komentar
    - jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
    - jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
    ( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
    Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]

    Copyright (c) 2010 dins photography. Created by dsp