Blog sedang dalam perbaikan mohon maaf jika banyak kesalahan ------> Pemesanan Hubungi langsung Owner Kami
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR

  • 25 Maret 2012
  • Armila ( Dins Photography )
  • Label:
  • Seni Cahaya

    I. Fotografi boleh didefinasikan sebagai satu proses rakaman cahaya.Kualiti sesuatu gambar itu bergantung kepada ketelitian kita dalam memilih cahaya yang baik.
    II. Banyak jenis cahaya yang boleh diperolehi dari matahari,tetapi kadangkala kita terpaksa menunggu untuk mendapatkan satu cahaya yang berkualiti untuk gambar kita.
    Potret dibawah sinaran matahari
    (a) Kekuatan cahaya seperti ini akan menghasilkan bayang-bayang yang jelas kelihatan di bawah hidung dan mata subjek.Bayang bayang ini amat mengganggu pemerhatian kita.
    (b) Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini ialah dengan merubah posisi subjek ke tempat yang redup,dimana subjek tidak lagi diterangi oleh cahaya matahari tetapi subjek akan diterangi oleh cahaya yang terpantul dari langit.
    (c) Cahaya dari langit amat luas dan ini tersebar.Cahaya yang tesebar tidak akan menghasilkan bayang bayang yang jelas.
    (d) Katakan kita hendak mengambil gambar subjek dihadapan OBJEK yang disinari oleh cahaya matahari yang terik,kita tak perlu  mengubah posisi SUBJEK ini kerana OBJEK yang terkena sinaran matahari tadi telah memantulkan cahaya yang baik untuk SUBJEK kita.
    (e) Kita akan dapat pencahayaan yang baik jika kita rajin menunggu,lihat perubahan matahari dan kesan sinaranya.Selalunya waktu awal pagi dan waktu senja adalah waktu yang amat menarik dan cahaya nya cukup seimbang antara SUBJEK dan BACKGROUND
    (f) Bagi fotografer professional yang sentiasa mengejar masa,mereka akan menggunakan REFLECTOR untuk memantulkan cahaya pada SUBJEK.Pembantu fotografer yang selalu pegang reflector ini.Mereka juga meletakan REFLECTOR bewarna perak,emas atau putih dibawah SUBJEK untuk membantu lagi pantulan cahaya Ke arah SUBJEK,lantas mengurangkan bayang bayang.
    (g) Ada juga yang sebut Cahaya tiruan.Apabila kita menggunakan FLASH dan di tujukan ke SUBJEK,ini akan membesarkan lagi kawasan pencahayaan itu.Cahaya dari FLASH akan mengisi dan mengurangkan bayang bayang pada SUBJEK.Proses ini dikenali sebagai FILL FLASH.
    (h) FLASH elektronik mempunyai sama warna seakan akan matahari sekitar waktu tengahari.Jika kita menggunakan FLASH pada waktu seperti pagi atau senja,hasilnya seperti tidak asli.Profesional mengatasi masalah ini dengan memasang GEL bewarna dihadapan FLASH.

    Setting & Control

    Tidak ada setting dan control yang ditetapkan.Ia berubah mengikut kreativiti dan keadaan.
    Tetapi ini hanya sebagai Panduan
    I. Histogram
    • Histogram ialah salah satu cara untuk menentukan Image yang direkam mempunyai EXPOSURE(ketajaman cahaya) yang cukup atau pun tidak.Kita tak perlu bergantung pada LCD kamera yang mungkin tidak tepat.
    • Histogram memamerkan secara digital maklumat dan data Imej yang direkam.
    • Ini terdiri dari graf piksel berdasarkan kecerahan
    • Image yang cukup pencahayaanya akan mempunyai graf yang setara dimana tiada lebihan tertumpu pada kiri dan kanan graf.Graf akan menunjukan seakan sebuah bukit yang mempunyai satu puncak saja ditengah.
    • Jika image yang direkam itu menunjukkan lebihan pada kiri atau kana graf,bagusnya kita membetulkan nilai APERTURE & SHUTTER kita.Bagi yang tak ada fungsi ini,gunakanlah EV seperti yang telah dibicarakan.
    • Kebanyakan kamera sekarang sudah mempunyai fungsi histogram yang akan muncul di LCD anda sebelum anda merekam image.Ini sangat membantu.
    II. Burst Mode
    • Fungsi yang membolehkan kita merekam image dalam kuantiti yang banyak hanya dalam sesaat.
    • Fungsi ini baik digunakan untuk merekam SUBJEK yang bergerak. Supaya tidak terlepas saat saat yang berharga,Terutama acara sakral.
    Apabila fungsi ini diaktifkan,kamera akan merekam image SUBJEK dalam continue 3 hingga 5 image per satu kali jepret.Cepat bukan? Kamera dSLR mempunyai kelajuan yang lebih tinggi sekitar 9 image satu kali jepret.
    III. Fungsi Set Manual,Aperture Priority dan Shutter Priority
    • Tombol Set MANUAL, APERTURE PRIORITY dan SHUTTER PRIORITY terletak diatas kamera. tombol ini tertera A/S/M pada kamera Olympus dan Nikon. Berlainan dengan canon Av/Tv/M. Av untuk fungsi APERTURE PRIORITY dan Tv untuk fungsi SHUTTER PRIORITY.
    • Seperti yang telah dibicarakan sebelum ini, fungsi APERTURE PRIORITY adalah untuk mengawal bukaan Lensa dan fungsi SHUTTER PRIORITY adalah untuk mengawal berapa lama SHUTTER dibiarkan terbuka.kira2 bisa di mengerti?
    • Fungsi kedua dua ini mempunyai hubungan untuk menghasilkan image yang berkualiti
    • Pada fungsi otomatis, Kamera akan mencari sendiri gabungan nilai APERTURE dan SHUTTER SPEED dan kadang kadang fungsi otomatis ini tidak memberikan hasil mengikut apa yang kita inginkan.Disinilah fungsi APERTURE PRIORITY dan SHUTTER PRIORITY diperlukan.
    • Kita sendiri akan mengawal nilai APERTURE bila kita menggunakan fungsi APERTURE PRIORITY saat kamera akan mengubah nilai SHUTTER SPEED mengikut kesesuaian nilai APERTURE yang kita tentukan.Begitulah sebaliknya.
    • Dalam fungsi APERTURE PRIORITY Apabila kita menggunakan nilai APERTURE yang tinggi seperti f8 atau f10,ini bermaksud bukaan lensa adalah kecil. Ini akan menyebabkan kamera memilih nilai SHUTTER SPEED yang amat rendah. Keadaan ini agak rumit sedikit jika kita mempunyai tangan yang bergetar atau jika kita tidak menggunakan tripod , di cekelan ku leungen, di cekel neng tangan.. haha.. (handheld) image yang terhasil kemungkinan besar akan kabur.
    IV. Set ISO
    - Tentang ISO ini dibawa dari era kamera film. Film yang digunakan diklasifikasikan mengikut kemajuan film yaitu nilai kepekaan film terhadap cahaya.
    - Sekarang, tentang ISO masih di pakai dan membawa maksud dan kegunaan yang sama Cuma ini diaplikasikan ke sensor digital
    - Kita kadang kadang menghadapi masalah untuk mengambil gambar dalam ruang/daerah yang gelap,jika gambar yang diambil itu pasti akan kabur dan gelap.Disinilah peranan ISO berfungsi,Cuma dengan meningkatkan nilai ISO dan seterusnya kita mampu meningkatkan nilai APERTURE dan nilai SHUTTER SPEED.
    - ISO memberikan kita kebebasan dan kemampuan untuk merekam image di dalam keadaan yang gelap dan pencahayaan yang tidak sempurna.
    - Kekurangan ISO ini terletak pada nilainya. Semakin tinggi nilai yang kita tetapkan semakin banyak NOISE yang terhasil.
    - NOISE adalah biji-bijian yang terhasil daripada image yang direkam. Juga dalam bentuk piksel halus yang bewarna yang tidak sepatutnya berada didalam image.
    - Rekamlah image dalam beberapa nilai ISO yang berlainan dan perhatikan yang mana salah satu yang pas.
    Komposisi Asas
    Selain EXPOSURE(Pencahayaan) dan FOCUS yang baik,pemilihan komposisi juga memainkan peranan dalam menghasilkan image yang berkualiti.Berikut ialah cara cara yang mudah sebelum kita menentukan komposisi.
    I. FILTERING
    - Filtering atau dalam bahasa Malaysia bermaksud penapisan.
    - Konsep ini sebenarnya mudah seperti “tolong alihkan posisi ke belakang” atau kekiri sedikit”.
    - Apabila kita melihat melalui VIEW FINDER ,Bagaimana menurut anda image yg anda lihat terlalu berantakan atau sudah pas.
    - Seharusnya gambar yang bagus hanya mempunyai satu idea yaitu tiada gangguan selain subjek.
    - Alihkan subjek atau ubah latar belakang dan pastikan tiada unsur unsur lain yang boleh mengganggu subjek.
    - Fotografi semuanya tentang komunikasi,Coba sematkan dalam ingatan kita apa tujuan dan mengapa kita merekam image itu.Sesuatu yang perlu disampaikan pada para penonton atau untuk diri kita sendiri.Baru dikatakan komunikasi yang berkesan.
    - Ingat! Bagian mana yang tak perlu
    II. FRAMING
    - Mata kita merupakan Karunia ALLAH yang amat menakjubkan.Bila kita lihat pada OBJEK dengan sepenuhnya dan dengan itu hampir setiap benda di sekeliling kita seakan akan tidak wujud.Hanya OBJEK itu sahaja didalam Pemerhatian kita.
    - Kamera tidak mempunyai ciri ciri seperti ini.
    - Fotografer amatir selalunya hanya memberikan tumpuan hanya pada SUBJEK yang ingin direkam. Ya,ia memang begitu dan langkah seterusnya yang patut diikuti ialah dengan memerhatikan keadaan sekeliling juga.
    - Perhatikan keadaan sekeliling semuanya mempunyai hubungan dengan SUBJEK atau tidak. Ini kerana kemungkinan elemen elemen dari luar akan memberikan dukungan yang lebih berkesan pada SUBJEK.
    - Pernah hadapi situasi begini,setelah gambar yang kita rekam dicuci.”eh setelah jadi malah ada gangguan orang lewat atau sebagainya?” mesti pernahkan?. Ini karana kita tidak begitu berhati hati dalam memerhatikan keadaan sekeliling. Jangan ulangi kehilapan itu.
    III. BALANCE-THE ART OF COMPOSITION
    - Kebanyakan kursus seni mengetengahkan kepentingan BALANCE(keseimbangan).
    - Ini hanyalah sebagai panduan untuk menghasilkan gambar yang berkualiti
    (a) VISUAL WEIGHT
    - COMPOSITION keseluruhanya ialah memastikan elemen elemen didalam image tampak seimbang
    - Untuk mendapatkan keseimbangan ini,Pastikan image yang akan direkam itu mempunyai VISUAL WEIGHT.
    - Perhatikan Corak,tekstur atau kecerahan yang mana akan membuatkan image itu menjadi tumpuan.
    - Seperti contoh; sekuntum bunga merah berlatarbelakangkan pokok hijau yang gelap.sudah tentu mata kita hanya akan tertumpu pada bunga itu. contoh ini menunjukan image ini mempunyai VISUAL WEIGHT yang terhasil disebabkan warnanya yang kontras.
    (b) BALANCING ACT
    - Untuk menghasilkan gambar yang seimbang, kita haruslah mengubah posisi SUBJEK itu berdasarkan VISUAL WEIGHTnya
    - Kita ambil contoh keadaan seperti ini ; image yang kita rakam itu mempunyai elemen lain yang terang,dan berada di ujung FRAME. Elemen yang terang ini akan menarik mata kita untuk memandangnya. pemerhatian kita teralih dan terganggu oleh elemen ini. Dan ini dikatakan image yang tidak seimbang
    - Jika kita berubah dari kedudukan asal dan merekam kembali image tersebut dan memastikan elemen yang terang itu berada di tengah,sudah tentu mata kita akan tertumpu di tengah.Ini dikatakan image yang seimbang.
    >(c) TYPES OF BALANCE
    1) SYMMETRICAL
    - Keseimbangan yang paling pas.
    - Dimana elemen yang mempunyai VISUAL WEIGHT tadi berada di tengah tengah gambar.
    - Elemen ini mempunyai keseimbangan yang pas.
    - apabila subjek berada diatas air. Maka akan terhasil image yang nyata dan tidak nyata pada permukaan air itu dari tindakan pembiasan,Ini juga dikenali sebagai SYMMETRICAL BALANCE
    2) ASYMMETRICAL
    - Elemen yang mempunyai VISUAL WEIGHT tadi berada di luar titik tengah.
    - Elemen ini tidak semestinya mempunyai hubungan  dengan pembiasan cahaya.
    3) RULES OF THIRD
    - Panduan yang berguna apabila kita ingin merekam SUBJEK yang berada di luar kawasan titik tengah.
    - RULES OF THIRD ini juga dikenali sebagai RO3.
    - Mempunyai 3 garis lintang dan 3 garis menegak,dimana untuk menghasilkan image yang seimbang,kita bolehlah memastikan SUBJEK berada pada mana mana antara titik yang bersentuhan yang terhasil dari garis garis ini.
    4) LEADING LINE
    - Deretan pokok, sungai, jalan raya, pagar, bayang bayang, tali dan bermacam macam lagi yang bersambungan.
    - LEADING LINE ini tidak akan terhasil jika kita tidak berhati hati dalam menghasilkanya.
    - Garisan ini seharus nya membawa kita ke SUBJEK atau dari SUBJEK
    - Pastikan sudut ketika merakam gambar itu sedikit kreatif dan bersesuaian.
    - Dahulukan LEADING LINE ini dari satu sudut image akan memberikan dukungan yang cantik.
    5) GOLDEN SECTION
    TEKNIK MENGAMBIL GAMBAR
    1. Waktu malam dan cahaya yang samar
    - Ingat 3 perkara ini
    I. FLASH
    a. Jangan nyalakan FLASH,sebaliknya gunakan EXPOSURE yang lama.Jika mempunyai mode MANUAL,dan ubahlah setting APERTURE pada bukaan kecil dan SHUTTER SPEED yang panjang.Bagaimana jika tiada fungsi MANUAL? Jangan risau, kamera kita masih mempunyai fungsi NIGHT MODE.
    II. TRIPOD
    a. Gunakan tripod. Ini karana apabila kita menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang atau kita menggunakan NIGHT MODE ia dapat mengakibatkan gambar yang kita rekam itu kabur.Jadi penggunaan TRIPOD sangatlah di anjurkan. Boleh juga bersandar pada dinding atau tumpuan seperti dengkul (lutut) kalau kita lupa bawa TRIPOD
    III. TIMER
    a. Walaupun TRIPOD sudah dipasang pada kamera, jari kita juga mampu untuk menggoyangkan kamera dan kemungkinan gambar yang direkam itu akan kabur. Kita dapat gunakan ini dengan mengaktifkan fungsi TIMER.atau PENGHITUNG WAKTU OTOMATIS
    - Penetapan KAMERA
    I. APERTURE
    a. Guna nilai APERTURE yang kecil atau bukaan APERTURE yang besar( ingat nilai dan bukaan adalah satu arti yang berbeda)
    b. Apabila kita menggunakan nilai APERTURE yang kecil, ia akan mendapatkan lebih banyak cahaya akan masuk. Ini penting karana cahaya amat kurang pada waktu malam.
    c. Pilih fungsi Av atau MANUAL pada kamera anda untuk mengubah nilai APERTURE.Bukaan APERTURE yang paling besar untuk kebanyakan kamera digital semua sama ialah f2.8.

    III. SHUTTER SPEED
    a. Oleh kerana kita tidak menggunakan FLASH, SHUTTER SPEED akan ditetapkan pada kecepatan yang panjang ini untuk mendapatkan lebih cahaya masuk.
    2. Gunakan FLASH anda ketahap maksimal
    - Kamera kita mempunyai FLASH tergolong dalam yang boleh digunakan dalam berbagai cara kreatif
    - Digunakan untuk mendapatkan pencahayaan yang secukupnya apabila keadaan sekeliling gelap.
    - Tahap kecerahan ditentukan oleh penetapan pada kamera itu sendiri apabila nilai APERTURE dan SHUTTER SPEED dipilih. Dan kebanyakan kamera akan mengaktifkan FLASH apabila menurut anda perlu. Kebiasaanya apabila SHUTTER SPEED jatuh pada tahap rendah (yaitu keadaan dimana nilai SHUTTER SPEED yang panjang dan bisa mengakibatkan gambar yang direkam kabur) sekitar 1/30 sec.
    - Kamera yang canggih juga akan dapat mengesan keadaan dimana apabila seseorang itu dikelilingi oleh cahaya-cahaya di belakang seseorang itu contohnya,FLASH akan diaktifkan untuk mencerahkan bagian yang gelap itu dan ini dipanggil FILL in FLASH.
    - Walau bagaimanapun kembali pada daya kreatif kita untuk memilih jenis jenis FLASH yang tersedia ada didalam kamera kita.
    Antara jenis jenis FLASH itu ialah
    a. FLASH on- Boleh digunakan apabila kita ingin FLASH senantiasa aktif di setiap gambar yang direkam.
    - Seperti contoh apabila kita merekam gambar seseorang yang berada di bawah cahaya matahari yang terik dan matahari sedikit kebelakang,sudah tentu cahaya lebih tertumpu pada bagian belakang orang itu dan bahagian muka sedikit gelap. apabila kita menggunakan FLASH ketika ini; kita akan memberikan cahaya pada hadapan orang itu dan ini akan membuat gambar yang direkam itu kelihatan lebih bagus dan menarik.(masih ingat FILL in FLASH?)
    - Ini juga boleh digunakan untuk menghasilkan kilauan pada mata sesorang.teknik ini dikenali sebagai CATCH LIGHT.
    - Mengurangkan bayang bayang pada bahagaian bawah hidung dan mata seseorang
    b. FLASH AUTO
    - satu penggunaan FLASH yang ringkas dan mudah.
    c. FLASH off
    - Diperlukan ketika merekam gambar matahari terbenam atau merakam gambar bagunan yang bercahaya pada waktu malam
    - Dalam kebanyakan keadaan, kamera mentafsirkan bahawa keadaan cahaya kurang dan ia akan mengaktifkan fungsi FLASH kepada AUTO. Keadaan ini sesuai jika SUBJEK yang ingin dirakam itu berada 2 atau 3 meter dari kita, tetapi bagaimana dengan SUBJEK matahari tenggelam dan bangunan yang jauh itu? Jadi penggunaan FLASH ketika ini tidak diperlukan.(sila coba kembali teknik mengambil gambar pada waktu malam)
    d. RED eye REDUCTION
    - Membantu untuk mengurangkan kesan RED EYE
    - Kesan RED EYE ialah disebabkan cahaya FLASH mencerahkan saluran darah pada mata dan cahaya ini terpantul semula dan menghasilkan mata seakan akan PONTIANAK.takut...... takut apa tidak?
    - Sama juga keadaanya kepada kucing yang comel dan anjing tetapi hasilnya berlainan sedikit dengan mata yang bewarna hijau dan besar.
    - Kesan ini juga boleh dikurangkan dengan menjauhkan sedikit jarak kamera dan SUBJEK. Tetapi jarak liputan FLASH akan berkurangan.
    - Walaupun kesan ini tidak boleh dielakan apabila FLASH dinyalakan tetapi ia boleh dikurangkan dengan mengubah saiz anak mata supaya kesan kemerahan ini boleh dikurangkan.
    - Caranya ialah dengan membiaskan mata dengan cahaya yang terang supaya anak mata itu mengecil. Ini dilakukan dengan berbagai cara antaranya ialah dengan menggunakan lampu selama beberapa saat sebelum gambar diambil.
    - Ataupun kita boleh meminta SUBJEK untuk melihat cahaya pada percikan api terlebih dahulu.
    e. SLOW SYNC
    - Juru foto menggunakan fungsi ini untuk kebebasan berkreatif
    - Ia akan memancarkan cahaya dari FLASH dengan menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang
    - Bagus untuk merekam gambar matahari tenggelam dan apabila kita ingin suasana di hadapan kelihatan cerah juga.
    - Sama juga untuk merekam gambar kereta atau motorcicle yang sedang bergerak dan latarbelakang yang kabur
    3. Merakam Image yang bergerak
    - Berbagai situasi yang kita boleh tentukan untuk merekam image yang bergerak
    - Kita boleh tentukan hasilnya mengikut kretiviti kita sendiri
    a. Membekukan pergerakan
    - jika kita ingin membekukan image subjek yang sedang bergerak,kita perlu menggunakan SHUTTER SPEED yang singkat(Cepat)
    - sekurang kurangya saya akan menggunakan SHUTTER SPEED 1/300 untuk membekukan image keseluruhanya
    - adakalanya subjek yang ingin direkam itu sangat cepat seperti pesawat jet,dan kita harus menggunakan SHUTTER SPEED yang lebih tinggi seperti 1/1000
    - ini tidak akan menjadi masalah kerana kebanyakkan kamera sekarang mempunyai SHUTTER SPEED yang cepat sampai 1/8000
    b. Pergerakan Kabur untuk keseluruhan pemandangan
    - Jika kita ingin menghasilkan gambar yang kabur yang menunjukkan kecepatan sebuah kereta itu,haruslah kita menggunakan SHUTTER SPEED di bawah 1/100.
    - Teknik ini amat berhasil apabila kita lakukan ia ketika latar belakangya mempunyai cahaya dari berbagai warna
    - Ia juga sesuai ketika di mengambil gambar alam ,sesuatu yang sedang ditiup angin dan air sungai yang sedang mengalir deras.
    - Kombinasi kabur dan permainan warna akan menghasilkan gambar seolah olah seperti dilukis.
    c. Panning
    - Image yang hanya kabur di bahagian belakang tetapi SUBJEK tidak kabur
    - Teknik ini amat rumit dan memerlukan kesabaran dan kemahiran.
    - Menggunakan SHUTTER SPEED yang panjang dan menggerakkan kamera mengikut pergerakan yang sama seperti SUBJEK
    - Apabila dilakukan dengan benar ia akan menghasilkan image SUBJEK yang jelas dan image BACKGROUND yang kabur,ini seolah olah menonjolkan pergerakan sesuatu SUBJEK itu.
    - Latihan perlu untuk menguasai teknik ini
    - Gambar yang mengaplikasikan teknik ini selalunya menjuarai pertandingan fotografi
    d. Pergerakkan kabur hanya untuk subjek saja
    - Selalunya diaplikasikan ketika waktu malam dengan kombinasi cahaya dari lampu kereta dan sebagainya.
    - Kita sudah pastinya selalu melihat gambar yang merakam hanya satu garisan cahaya di atas jalan.
    - Perlu menggunakan TRIPOD ini kerana kita menggunakan SHUTTER SPEED yang lama
    4. Gambar potret yang bagus
    - Kita semua boleh merekam image potret Cuma yang membedakanya ialah cantik atau tidak.
    - Bagaimana untuk menghasilkan gambar potret yang berkesan?
    a. Apa itu potret?
    - Potret menggambarkan fisikal SUBJEK terutamanya pada bahagian muka.
    - potret yang baik tidak hanya menggambarkan keadaan fisikal sesorang itu malah ia juga mencerminkan sifat dan karakter .
    b. Waktu yang pas untuk merakam potret
    - Ketika SUBJEK berada dalam kedudukan yang pas dan apabila kita sudah bersedia untuk merakam.
    - Merekam image SUBJEK ketika mereka bercakap akan menghasilkan gambar yang menarik dan akan mendapatkan ekspresi (candid)
    - SUBJEK tidak perlu tersenyum untuk menjadikan itu potret yang baik.
    5. Gambar Lanskap yang bagus
    - Tempat yang tinggi selalu menjadikan pemandangan.Jika kamera anda mempunyai fungsi MANUAL, gunakan APERTURE f11 atau f16 untuk memastikan keseluruhan pemandangan adalah dalam keadaan fokus.
    - Pagi hari dan Sore adalah masa yang sangat sesuai untuk merekam image lanscape. Ini karana pada ketika itu, sudut pencahayaan matahari rendah dan akan menghasilkan bayang bayang dan tekstur yang menarik.
    - Biasaanya lanscape yang menarik tidak mudah didapati di tepi jalan,sebaliknya perancangan awal dengan mencari di laman web tentang lokasi yang menarik adalah satu tindakan yang bijak.
    - Lensa jarak luas selalunya digunakan untuk Lanskap ini kerana ia memberikan lebih luas pemandangan dan menghasilkan perspektif. Terdapat satu alat yang dipanggil “WIDE ANGLE LENS CONVERTER” di pasaran. Alat ini dipasang pada hadapan lensa untuk menghasilkan image luas seakan akan kita menggunakan WIDE ANGLE LENS.
    - Image lanscape akan lebih menarik jika satu elemen di hadirkan sebagai FOREGROUND untuk menghasilkan satu kesan “jarak” atau perspektif yang menarik.Pastikan kita Pakai APERTURE kecil untuk mencegah image menjadi kabur.
    - Pastikan kita tidak lupa untuk membawa TRIPOD, ini untuk mencegah gambar menjadi kabur. Dapatkan TRIPOD yang ringan karana kita akan menggunakan tenaga untuk mencari lokasi yang lebih menarik.
    - Gunakan POLARIZING FILTER seperti CPL, ND, dll. untuk menggelapkan sedikit langit dan meninmbulkan sedikit warna pada lanscape.( FILTER ini boleh dikatakan wajib untuk setiap fotografi lanscape)
    - Gunakan HYPERFOCAL DISTANCE untuk mendapatkan SHUTTER SPEED yang singkat dan DEPTH OF FIELD yang hebat. HYPERFOCAL DISTANCE menjadikan kita merekam lanscape yang jelas dari FOREGROUND sehingga BACKGROUND. Itu lebih bagus dari menetapkan jarak fokus lensa pada infiniti.
    - Jika kamera kita mempunyai pilihan untuk merakam gambar dalam format RAW pastikan kita menetapkan dalam format ini selain JPEG. Format RAW sudah tentu akan menggunakan ruang yang besar dalam MEMORY CARD tetapi ia tidak akan melakukan perubahan pada resolusi image seperti JPEG. Format RAW mendukung kita mengolah gambar pada tahap yang lebih setabil dengan menggunakan program editor seperti ADOBE PHOTOSHOP.

    Dan masih banyak lagi pelajaran dasar seperti teknik foto Makro dan sebagainya.. akan kita lanjutkan dalam ulasan selanjutnya..

    Copyright mac2011

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Tolong bagi para sahabat harap baca dulu sebelum berkomentar :

    Blog ini tidak menggunakan verifikasi apapun, silahkan tinggalkan komentar yang sopan, tidak menjadi spamer.

    - jangan sertakan link pada komentar
    - jika ada link yang rusak / broken link di blog ini tolong beritahu saya pada komentar
    - jika artikel blog ini bermanfaat silahkan menyebarluaskan-nya dengan tekan button share
    ( google+ , facebook, digg, twitter dll ) salam hangat...
    Owner dsp : [Didin Supriatna (urang sunda+jawa)]

    Copyright (c) 2010 dins photography. Created by dsp